Memahami Ragam Jenis Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Bagian B

 Assalamualaikum wr.wb..


Haloo temen-temenn!! duh ga kerasa ya udah jumpa lagi di blog aku hehe^.^ gimana nih kabarnya? semoga dalam keadaan sehat selalu yaa! Sebelumnya, kemarin aku baru aja share ke kalian tentang Pemahaman Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Bagian A, dan sekarang aku mau share lagi nih Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Bagian B.

Lanjut yaa! sebelum aku menulis blog aku hari ini, aku mau kasih sedikit materi yang udah aku rangkum dari pembahasan materi perkuliahan pada mata kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif yang diberikan oleh dosen pengampu aku yaitu ibu Sumarni Bayu Anita,S.sos,M.A. 

Pada bagian pertama yang disampaikan pada mata perkuliahan ini yaitu tentang Teknik Pengumpulan Data. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data atau Teknik Pengumpulan Data adalah suatu cara yang digunakan pihak peneliti untuk dapat mengumpulkan data yang terkait dengan permasalahan penelitian yang mereka ambil. Prosedur ini sangat penting supaya data yang akan didapatkan dalam sebuah penelitian berbentuk data yang utuh, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang valid.


Jenis data peneliti. Sumber : Materi Perkuliahan


Setelah definisi dari Teknik Pengumpulan Data, dalam materi perkuliahan juga terdapat 2 jenis tipe penelitian yaitu ; Data Kuantitatif, yang artinya pengumpulan data itu dapat dilakukan dengan berbagai peraturan dan didapatkan dari banyak sumber dengan cara yang beragam dengan tujuan yang dilakukan berhasil mencapai hasil dengan maksimal. Sementara, teknik yang kedua yaitu Data Kualitatif, yang artinya suatu cara dengan menelusuri dokumen yang ada serta berkaitan dengan fokus saat melakukan sebuah penelitian.

Jenis Data Berdasarkan Tipe Penelitian


Adapun 2 jenis data berdasarkan sumber yaitu; Data Primer dan Data Sekender. Data Primer adalah data yang didapatkan oleh pihak peneliti dengan cara langsung dari suatu subjek atau objek dalam penelitian, misalkan suatu rekaman hasil dari wawancara. Sedangkan, Data Sekunder adalah data yang tidak akan didapatkan dengan cara langsung oleh para peneliti, data ini mungkin berupa dokumen atau berbagai arsip yang ada di sebuah lembaga atau seseorang yang akan menjadi subjek dalam penelitian.

Rangkuman diatas, aku ambil dari materi perkuliahan yang telah diberikan. Baiklah, sekarang kita lanjut ke materi rangkuman yang akan aku bahas sesuai judul blog hari ini tentang Memahami Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif  Bagian B. Ada 3 pembahasan yang akan aku share yaitu : Konstruksi Realitas Sosial, Fenomenologi, dan Dramaturgi. 

1) Konstruksi Realitas Sosial

Konstruksi sosial didefinisikan sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi dimana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif. Bagi Berger, konstruksi realitas sosial adalah proses di mana seseorang bernteraksi dan membentuk realitas-realitas. Berger and Luckmann (1966). Menurut konsep ini, masyarakat bukanlah entitas obyektif yang berevolusi dengan cara yang ditentukan dan tidak dapat diubah.

Sejauh ini, ada 3 macam konstruktivisme radikal, realisme hipotesis, dan konstruktivisme biasa yaitu :

1. Konstrutivisme radikal, hanya dapat mengakui apa yang dibentuk oleh pikiran kita. Bentuk itu tidak selalu representasi dunia nyata.

2. Realisme hipotesis, pengetahuan adalah sebuah hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki.

3. Konstruktivisme biasa, mengambil semua konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu.


Contoh Ilustrasi : Kontruksi Realitas Sosial


Contoh nyata dari realitas sosial dalam bidang sosial adalah seorang pemulung yang mencari nafkah dengan mengorek sampah, pengemis di jalanan, wanita tuna sosial yang mencari nafkah demi melanjutkan hidup dan masih banyak lagi.

Dari abstrak yang telah saya baca pada materi ini yaitu tentang Prostitusi Artis Online Dalam Konstruksi Realitas Sosial ( Studi Kasus Tertangkapnya Artis AA Dalam Bingkai Harian Sriwijaya Post ). Jika saya nanti mempunyai tugas untuk melakukan sebuah penelitian, maka judul penelitian saya : "Studi Kasus Konstruksi Sosial Orang Pinggiran pada Acara Tv di Trans 7".


2) Penelitian Fenomenologi

Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, phainomai, yang berarti "menampak" dan phainomenon, merajuk "pada yang menampak". Fenomenologi merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif yang diaplikasikan untuk mengungkap kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dan individual dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya. 

Prinsip Dasar Fenomenologi yaitu :

1. Pengetahuan ditemukan secara langsung dalam pengalaman sadar.

2. Makna benda terdiri atas kekuatan benda dalam kehidupan seseorang.

3. Bahasa merupakan kendaraan makna.

Tujuan dari penelitian fenomenologis, seperti yang sudah disinggung di awal adalah mereduksi pengalaman individual terhadap suatu fenomena ke dalam deskripsi yang menjelaskan tentang esensi universal dari fenomena tersebut. Fenomenolog berupaya ”memahami esensi dari suatu fenomena”.

Contoh lain, konsep atau fenomena tentang menjadi seorang ayah. Fokus penelitiannya adalah seperti apa pengalaman yang dirasakan oleh bapak-bapak muda ketika pertama kali menjadi seorang ayah. Studi fenomenologis dapat diaplikasikan untuk pertanyaan penelitian semacam itu. Data bisa dikumpulkan dengan cara mewawancarai sekelompok individu yang terdiri dari bapak-bapak muda yang masih fresh punya pengalaman jadi ayah.

Dari abstrak yang telah saya baca pada materi ini yaitu tentang Pesona Militer ( Analisis Fenomenologis Tentang Kesadaran Latar Belakang Calon Presiden Indonesia ). Jika saya nanti mempunyai tugas untuk melakukan sebuah penelitian, maka judul penelian saya : "Studi Fenomenologis Menguak Partisipasi Mayarakat dalam Proses Penyusunan APBD".

3) Dramaturgi

Dramaturgi adalah sebuah metodologi. Metodologi adalah tentang ilmu tentang metode. Berarti dramaturgi adalah sebagai metodologi, karena digunakan untuk melihat sebuah realitas, sehingga fenomena tersebut bisa dijelaskan. Adanya asumsi tertentu, apakah penentuan metodologi yang digunakan. Dramaturgi digunakan untuk melihat realitas, sebagai sebuah drama, adanya asumsi tertentu. Tujuannya adalah menyelidiki apa yang terjadi, peran apa saja dan bagaimana peran tersebut dalam interaksi antar aktor yang terlibat dalam realitas.

Selain itu, ada 3 langkah analisis metode penelitian dramaturgi :

1. Performance

2. Team

3. Region dan Perilaku Region

Adapun Contoh Memahami Teori Dramaturgi dalam Kehidupan Sehari-hari ; Ketika hendak pergi ke kampus, kantin, perpustakaan. Ataupun fasilitas kampus lainnya dia harus menyesuaikan dirinya sebaik mungkin, berpenampilan selayaknya mahasiswa, membawa buku, pena, serta laptop. Sikap yang ia bentuk itulah, yang dinamakan dramaturgi.

Dari abstrak yang telah saya baca pada materi ini yaitu tentang Prsesntasi Diri "Ayam Kampus" ( Studi Dramaturgi Mengenai Perilaku Menyimpang Mahasiswi di Pekanbaru ). Jika saya nanti mempunyai tugas untuk melakukan sebuah penelitian, maka judul penelian saya : "Studi Dramaturgi Perilaku Mahasiswi Pekerja Guest Relation Officer (GRO) Night Club Babyface di Kota Semarang".

Oke guys.. rangkuman diatas aku rangkum dari hasil membaca materi yang telah diberikan oleh dosen pengampu. Selain itu, materi yang aku share ini semoga menjadi wawasan tambahan kalian dalam memahami apa itu Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Sampe di blog ini, aku udah share 6 model teori dalam Ilmu Komunikasi. Next, aku bakal share lagi model teori dalam Ilmu Komunikasi selanjutnyaa...

Pantengin terus blog aku yaa, jangan bosen-bosen huhuhu lumayan nih buat tambahan pengetahuan kalian. Jadi, jangan sampai ketinggalan yaa.. See you the next blog temen-temen>.<


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Ragam Jenis Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif Bagian C

3 Brand UMKM Keren Di Kota Palembang Menurut saya, Maulina Mayuri